Thursday, 20 Jun 2019

Menjelang Melahirkan, Penting Menambah Berat Badan Janin

makanan penambah berat badan janin usia 9 bulan

Bunda pasti sudah tahu bahwa berat badan janin sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang bayi nantinya. Tentunya, berat badan janin juga menjadi indikator bayi akan lahir sehat dan selamat tanpa ada permasalahan cacat fisik sampai otak. Karena itu, Bunda perlu menjaga berat badan janin, khususnya menjelang masa kelahiran pada usia 9 bulan. Caranya? Bunda bisa mengonsumsi makanan penambah berat badan janin pada usia 9 bulan.

Mungkin Bunda juga pernah mendengar mitos bahwa untuk menambah berat badan janin, Bunda cuma perlu makan makanan mengandung kalori yang banyak, seperti es krim dan cokelat. Itu mitos yang mungkin masih dipercaya banyak orang sampai sekarang, padahal kebenarannya sama sekali tidak teruji. Kalau Bunda mau berat badan janin naik tanpa memberikan pengaruh ke berat badan Bunda, mengonsumsi makanan ini bisa jadi cara terbaik. Selain menyehatkan Bunda, makanan berikut ini juga menyehatkan janin. Yang pasti, makanan ini bisa dikonsumsi sebagai penambah berat badan janin usia 9 bulan.

  1. Sayur bayam

Sayuran hijau banyak sekali manfaatnya untuk ibu hamil, khususnya sayur bayam yang memang tinggi asam folat dan kaya akan zat besi. Asam folat dalam bayam membantu mengurangi risiko bayi terlahir cacat, sedangkan zat besi, selain dapat meningkatkan berat badan janin, juga dapat mencegah Bunda terkena anemia selama kehamilan. Kandungan beta karoten yang dapat diubah menjadi vitamin A dalam bayam juga dapat membantu meningkatkan metabolisme janin dan tentunya Bunda. Jadi, sayur bayam ini banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan Bunda dan janin, ya.

  1. Keju

Produk olahan susu seperti keju sebenarnya sangat disarankan untuk dikonsumsi selama kehamilan. Namun, khusus keju, Bunda harus mengonsumsi keju cheddar dan keju permesan yang merupakan keju yang sudah “matang”. Keju mengandung vitamin A, lemak tak jenuh, dan kalsium yang sangat baik untuk perkembangan janin.

  1. Yoghurt

Produk olahan susu lainnya, yaitu yoghurt, juga memiliki manfaat untuk pertumbuhan janin karena mampu memenuhi kebutuhan kalsium, kalium, dan magnesium. Jika keju cenderung lebih banyak lemak, yoghurt justru memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit, bahkan dibandingkan susu. Namun, kalsiumnya lebih tinggi sehingga sangat baik untuk perkembangan janin, khususnya untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi nantinya.

Untuk Bunda, yoghurt juga bermanfaat mengurangi rasa sembelit dan risiko komplikasi selama kehamilan. Beberapa penyakit yang bisa muncul selama kehamilan, seperti diabetes gestasional, preeklamsia, infeksi vagina, sampai alergi dapat muncul karena bakteri. Nah, kandungan probiotik dalam yoghurt mampu menekan pertumbuhan bakteri jahat itu sehingga Bunda tetap sehat, berat badan stabil, namun berat janin bertambah terus.

  1. Susu kehamilan

Kalau Bunda termasuk yang agak malas memastikan gizi dalam makanan yang dikonsumsi, Bunda bisa konsumsi susu khusus ibu hamil sebagai suplemen nutrisi tambahan. Susu hamil mengandung asam folat, zat besi, dan nutrisi lain yang dibutuhkan ibu hamil dan janin. Tapi, jangan juga mengonsumsi susu kehamilan ini secara berlebihan, ya, karena nutrisi yang paling baik tetap didapatkan langsung dari makanan. Bunda bisa konsumsi susu kehamilan ini pada pagi atau malam hari sebelum tidur.

  1. Roti gandum

Semakin hamil besar, godaan untuk ngemil bisa jadi semakin tak tertahankan. Makanya, Bunda perlu ngemil yang sehat supaya hasil ngemilnya pun bisa diserap oleh janin dan menyehatkan. Bunda bisa coba ngemil roti gandum saat lapar menyerang di luar waktu makan. Cukup 2 lembar, bisa ditambah telur rebus dan keju yang juga memiliki kandungan protein yang tinggi, Bunda dan janin pun bisa kenyang. Selain itu, Bunda juga bisa ngemil roti gandum sambil minum susu rendah lemak 200 ml supaya semakin banyak nutrisi yang bisa diserap janin, bahkan saat ngemil.